“Konkernas kali ini cukup istimewa, karena dilaksanakan bertepatan dengan tahun politik.” Demikian diungkapkan Ketua Umum PB-PGRI, Dr. H. Sulistiyo, M.Pd. saat pembukaan Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PGRI I/2014 Masa Bakti XXI 2013-2018. Konkernas pertama di masa bakti kedua kepemimpinan H. Sulistiyo ini dihelat di Hotel Garden Palace, Jalan Yos Sudarso No. 11, Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 25 s.d. 28 Januari 2014. Redaksi Suara Daerah, Ajeng Kania melaporkan liputan Konkernas PGRI I/2014 dari Kota Pahlawan.
Materi lain dipandang penting dibahas, menurut Ketua Umum adalah perubahan kurikulum termasuk kesiapan guru-guru menghadapi Kurikulum 2013, persoalan Ujian Nasional, masalah berkaitan dengan guru soal rekrutmen guru, PLPG, PP 74, status kepegawaian honorer, dan sebagainya. Menyikapi tahun politik 2014, guru-guru diharapkan tidak golput, tetapi cerdas dalam memilih pemimpin. Yakni figur pemimpin yang memiliki visi dan konsen pada bidang pendidikan.
Dibuka Pakde Karwo
![]() |
| Gubernur Jawa Timur |
Menurut Pakde Karwo, AFTA merupakan tantangan serius dan tahun ini adalah tahun terakhir bagi PGRI untuk merumuskan beberapa standarisasi kualitas guru dan dosen yang dapat mengajar antarnegara di Asia. Sehingga pendekatan dan metode didaktif serta cara mengajar yang ditetapkan harus memenuhi standar internasional. Khususnya, yang berkaitan dengan kompetensi akademik, profesionalisme, sosial, sifat perilaku, dan kompetensi perubahan.
Pakde juga mengharapkan agar guru melakukan komunikasi yang baik saat mengemukakan aspirasinya.Tidak lagi menggalang massa yang banyak untuk berdemontrasi. Dengan demontrasi, menurut Gubernur kelahiran Madiun 16 Juni 1950 itu, peserta didik di sejumlah sekolah dirugikan.
Konkernas I/2014 Surabaya dilaksanakan dalam rangka memenuhi amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil Kongres XXI PGRI di Jakarta. Kewajiban konkernas adalah menetapkan kebijakan organisasi bersifat nasional yang belum ditetapkan dalam Kongres. Konkernas I menetapkan program kerja Pengurus Besar selama 5 tahun ke depan (2014-2018) dan program kerja serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (APBO) 2014. Pada konkernas I ini dilaporkan pula program kerja enam bulan pertama pengurus besar dari Juli-Desember 2013. Konkernas Surabaya ini ditetapkan berdasarkan surat keputusan PB-PGRI No. 970/Kep/PB/XXI/2013 tentang Penyelenggaraan Konkernas I PGRI Masa Bakti XXI Tahun 2013-2008.
Pengurus PGRI Provinsi Jawa Barat mengirimkan lima orang perwakilannya, terdiri unsur pimpinan yaitu Drs. H.K. Edi Parmadi, M.M.Pd. (Ketua PGRI Jawa Barat), unsur sekretaris diwakili Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd (Sekretaris Umum), unsur bendahara oleh Drs. H. Tata Kusnadi, M.M.Pd (Bendahara) dan unsur biro yaitu Ajeng Kania, S.Pd. (Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan) dan Nanan Kartini, S.Pd. (Ketua Biro Seni dan Budaya).
Sidang dan Penghargaan untuk PGRI Jawa Barat
Konkernas I/2014 dimulai hari Sabtu, 25 Januari 2014 pukul 19.00 WIB. Acara Pembukaan didahului oleh pementasan tari selamat datang dari tim kesenian PGRI Provinsi Jawa Timur. Selain Gubernur, sambutan lain berupa Laporan Panitia Pelaksana dibawakan Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur oleh Drs. H. Ichwan Sumadi, MM. Menurutnya, selama Konkernas PGRI kali ini akan membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan pendidikan dan guru. Ini termasuk persoalan di daerah masing-masing peserta. “Selain itu akan dilaporkan pelaksanakan kegiatan PGRI tahun 2013 dan penyusunan program 2014-2019,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI H. Sulistyo dalam sambutan berikutnya mengungkapkan, tantangan PGRI mendatang lebih besar dan kompleks, utamanya dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, kinerja organisasi dituntut semakin maksimal dalam mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, terlindungi, dan bermartabat. Harapannya, PGRI ke depannya jadi lebih baik bisa menjadi tempat yang sejuk untuk bernaung para guru dan partner pemerintah yang mampu berjuang bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sulistyo juga berharap, guru honorer dan guru swasta mendapat perhatian. “Ini karena sampai sekarang status kepegawaian guru honorer tidak terlindungi sama sekali, mulai dari rekruitmen sampai kesejahteraannya juga jauh dari memadai,” ujarnya..
![]() |
| Dr.. H. Sulistiyo, M.Pd, Ketua Umum PGRI |
Dalam acara pembukaan ini diadakan seremoni perpanjangan kerjasama (MoU) antara PB-PGRI dengan pihak asuransi Bumi Putera. MoU dilakukan dengan ditandatanganinya sejumlah kesepakatan kerja sama oleh Ketua Umum PB-PGRI dan Direktur AJB Bumi Putera. Bumi Putera adalah perseroan milik negara memiliki jalinan erat dengan kaum guru, karena didirikan para guru di masa pemerintahan kolonial.
Acara dilanjutkan dengan Sidang Pleno I malam itu juga dipimpin oleh Sekjen PB-PGRI, M. Qudrat Nugraha, Ph.D untuk mengesahkan tata tertib dan jadwal acara Konkernas. Sidang Pleno II diadakan esok harinya, Minggu (26/1) mulai pukul 08.00 WIB. Pleno ini berupa Laporan Pelaksanaan program kerja PB-PGRI tahun 2013; Program Kerja 2014-2018; Program Kerja 2014. Pada akhir Pleno ini, Ketua Umum memberikan penghargaan kepada 6 provinsi yang telah lunas membayar iuran anggota sampai Desember 2013. Keenam provinsi itu adalah PGRI Provinsi Jawa Barat, PGRI Provinsi Jawa Tengah, PGRI Provinsi Bengkulu, PGRI Provinsi Gorontalo, PGRI Provinsi Kalimantan Selatan, dan PGRI Provinsi Banten. PGRI Provinsi Jawa Barat termasuk empat provinsi yang sudah melaksanakan Konferensi Provinsi (Konprov) dalam rangka memilih ketua dan kepengurusan masa bakti XXI pada tanggal 28 s.d. 30 Oktober 2013. Tiga provinsi lainnya adalah Gorontalo (14 Desember 2013), NTB (22 s.d. 24 Desember 2013), dan DI Yogyakarta (11 Januari 2014).
![]() |
| Penulis bersama Ketua DKGI, Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro di Konkernas I/2014 Surabaya |
Setelah coffe break, Pleno III berupa pandangan umum pengurus provinsi hingga pukul 15.00 WIB. Pandangan umum dari provinsi Jawa Barat dibawakan langsung oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat, Drs. H.K. Edi Parmadi, M.M.Pd yang sikapnya menerima LPJ Pengurus PB-PGRI tahun 2013.
Tanggapan Pengurus Besar terhadap pandangan umum pengurus provinsi dalam Pleno IV dibawakan oleh Ketua Umum dan Sekjen PB-PGRI, H. Sulistiyo dan M. Qudrat Nugraha. Adapun Sidang Pleno V dan VI diisi oleh paparan Polda Jawa Timur tentang Perlindungan Profesi Guru; Asosiasi Profesi dan Himpunan Sejenis; Perlindungan Guru; Kode Etik Guru Indonesia dan DKGI.
Sidang komisi digelar hari Senin, 27 Januari 2014 pukul 08.00. Konkernas dibagi dalam 5 komisi, yakni Komisi A bidang organisasi dan keanggotaan, Komisi B bidang program kerja, Komisi C bidang keuangan, komisi D kode etik dan perlindungan guru, dan komisi E bidang pernyataan. Perwakilan PGRI Provinsi Jawa Barat yaitu Drs. H.K. Edi Parmadi, M.M.Pd. dan Drs. H. Tata Kusnadi, M.M.Pd masuk dalam Komisi C (Keuangan), Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd masuk Komisi B (program kerja), Ajeng Kania, S.Pd masuk di Komisi D (kode etik dan perlindungan guru,) dan Nanan Kartini, S.Pd. di Komisi A (organisasi dan keanggotaan). Setelah sidang komisi, pukul 13.00 di hari Senin (27/1) diisi Plerno VII dengan materi paparan KPK tentang Pemberantasan Korupsi di bidang pendidikan. Materi dibawakan oleh Dedie A. Rachim, Direktur Pendidikan & Pelayanan Masyarakat KPK. Adapun Pleno VIII diisi dengan laporan hasil komisi dari Komisi A hingga Komisi E.
Pernyataan Konkernas
Acara penutupan diadakan hari Senin (27/1) mulai pukul 16.30 WIB. Didahului oleh Laporan Panitia Penyelenggara, Pembacaan pernyataan, dan Sambutan Ketua Umum PB PGRI. Di akhir acara penutupan, diadakan perpanjangan nota kesepahaman antara PB-PGRI dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesian Airways (GIA). Anggota PGRI dan keluarga bila bepergian, termasuk keluar negeri akan mendapat potongan diskon 25%. Caranya membeli tiket di kantor Garuda dengan menunjukkan KTP, KK, dan KTA PGRI.
Pernyataan konkernas sebagai refleksi dan harapan di tengah situasi dan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Refleksi di mana perlindungan segenap bangsa masih tampak terabaikan, kesejahteraan umum masih memprihatinkan; kecerdasan dan karakter bangsa masih terasa lemah. Demikian pula martabat bangsa, di tengah pergaulan dunia yang semakin kompetitif, dengan perubahan yang sangat cepat, justru menampakkan kewibawaan yang semakin pudar.
PGRI sebagai organisasi profesi guru terus berjuang memajukan pendidikan, meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru, berkeyakinan bahwa fenomena bangsa ini hanya dapat di atasi dengan mengutamakan upaya pendidikan. Pendidikan kita membutuhkan sistem baru yang komprehensif yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan sebuah negara yang merdeka, dan sekaligus mengatasi berbagai problem yang terus melilit bangsa ini.
Beberapa poin pernyataan sikap konkernas I/2014 Surabaya adalah sebagai berikut. (A) Bidang politik (1) Menyerukan kepada segenap guru, khususnya anggota PGRI seluruh tanah air agar pada pemilu 2014 menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan calon Presiden/Wakil Presiden yang peduli pada pendidikan. (2) Mendesak kepada pemerintah yang baru untuk menjadikan pendidikan sebagai agenda utama dalam pembangunan. (3) Mendesak Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk terus meningkatkan anggaran pendidikan minimal dan/atau melampaui 20 persen, dan sebagainya..
| Suasana dalam sebuah pleno di Konkernas I/2014, Surabaya |
Sementara dalam bidang pendidikan nasional, PGRI: (1) Mendesak Pemerintah untuk melakukan reformasi LPTK secara fundamental, total, dan gradual sehingga mampu menghasilkan calon pendidik yang profesional. (2) Mendesak kepada Pemerintah untuk memperbarui metodologi pembelajaran yang mampu mengembangkan penalaran dan kreativitas peserta didik dengan melakukan pelatihan guru secara terencana dan berkelanjutan. (3) Mendesak kepada Kemdikbud dan Kemenag untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan sungguh-sungguh melalui perencanaan yang matang dengan menyiapkan dokumen kurikulum, buku siswa, buku guru, buku pedoman pelatihan guru, anggaran yang memadai, dan melaksanakan pelatihan guru, pendampingan guru, serta melakukan monitoring terhadap efektivitas hasil pelatihan guru dalam proses pembelajaran. (4) Mendesak pemerintah untuk memenuhi kekurangan jumlah guru dan segera mengesahkan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru sebelum memasuki tahun ajaran baru 2014/2015, dan sebagainya.
Konkernas yang bertema 'Memantapkan PGRI sebagai organisasi profesi guru Indonesia untuk memajukan pendidikan bermutu' ini diikuti 417 orang peserta dari 33 Provinsi se-Indonesia ini terdiri dari pengurus besar PGRI, dewan pakar PGRI, pengurus PGRI Kabupaten atau Kota se-Jatim, dan peninjau. Tim utusan PGRI Provinsi Jawa Barat berkemas meninggalkan Hotel Garden Palace hari Selasa (28/1) pukul 04.30 menuju Bandara Juanda Surabaya untuk kembali ke Bandung. Hasil konkernas akan segera disosialisasikan dan dibahas di tingkat provinsi melalui konferensi kerja provinsi (Konkerprov) I/2014 mendatang. ***
(***liputan : Ajeng Kania/Suara Daerah/Kabiro Peberdayaan Perempuan PGRI Jabar diuat di Majalah Suara Daerah 502)
Konkernas yang bertema 'Memantapkan PGRI sebagai organisasi profesi guru Indonesia untuk memajukan pendidikan bermutu' ini diikuti 417 orang peserta dari 33 Provinsi se-Indonesia ini terdiri dari pengurus besar PGRI, dewan pakar PGRI, pengurus PGRI Kabupaten atau Kota se-Jatim, dan peninjau. Tim utusan PGRI Provinsi Jawa Barat berkemas meninggalkan Hotel Garden Palace hari Selasa (28/1) pukul 04.30 menuju Bandara Juanda Surabaya untuk kembali ke Bandung. Hasil konkernas akan segera disosialisasikan dan dibahas di tingkat provinsi melalui konferensi kerja provinsi (Konkerprov) I/2014 mendatang. ***
(***liputan : Ajeng Kania/Suara Daerah/Kabiro Peberdayaan Perempuan PGRI Jabar diuat di Majalah Suara Daerah 502)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar