Talaga Bodas 56-58

Majalah Suara Daerah PGRI Jawa Barat

Sabtu, 12 April 2014

KONPROV PGRI JAWA BARAT XX/2013: MEWUJUDKAN GURU BERMARTABAT MENUJU PENDIDIKAN BERMUTU


 Tim Peliput: Ajeng Kania/Sukanda Permana/SUARA DAERAH)

Jajaran Pengurus PGRI Provinsi Jawa Barat sukses menggelar Konferensi PGRI Provinsi (KONPROV) pada tanggal 28-30 Oktober 2013 di Hotel Grand Royal Panghegar. Drs. H. K. Edi Parmadi, M.M.Pd. terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi profesi guru di provinsi terbesar penduduknya ini untuk masa jabatan kedua, masa bakti XXI 2013-2018.  
Pengurus PGRI Jawa Barata Masa Bakti XX 2008-2013

Sesuai UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa guru profesional diwajibkan berhimpun dalam wadah organisasi profesi guru.  Sejarah PGRI tak bisa dilepaskan dengan terbentuknya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912 dan organisasi kedaerahan maupun bercorak agama saat itu.  Dengan semangat persatuan, akhirnya melalui Kongres Guru pertama di Solo, tepat 100 hari pasca Proklamasi, guru berhasil mendirikan organisasi Profesi.

Sebagai wujud forum tertinggi anggota, sesuai AD/ART, PGRI dituntut untuk menyelenggarakan konferensi untuk memilih Ketua Umum maupun Ketua PGRI di tingkat daerah. Konprov 2013 membahas sejumlah isyu utama berkaitan dengan permasalahan (1) organisasi dengan segala dinamikanya, (2) pendidikan dan kompleksitasnya, (3) guru dengan segala problematikanya. Ketiga masalah tersebut merupakan masalah aktual dalam membangun sumber daya manusia di Jawa Barat melalui pendidikan.

LPJ Pengurus PGRI Provinsi Masa Bakti 2008-2013
Konprov merupakan forum tertinggi di tingkat kepengurusan provinsi yang diadakan 5 tahun sekali.  Konprov terakhir diadakan PGRI Provinsi Jawa Barat dilaksanakan di Grand Hotel Lembang, 27-29 Oktober 2008.

Konprov XX/2013 ini didahului oleh Pra-Konferensi PGRI Provinsi (Konprov).  Kegiatan pendahuluan itu dihelat di Hotel Horison Bandung, Selasa, 22 Oktober 2013. Pra-Konferensi memiliki  agenda menyiapkan pembentukan komisi-komisi dalam Konprov nanti sehingga bisa efektif dan efesien. Komisi A difokuskan membahas materi Program Umum PGRI Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018), Komisi B di bidang keuangan organisasi, Komisi C membahas Badan-badan Organisasi PGRI Provinsi, Asosiasi Profesi, dan Keahlian Sejenis, dan Pernyataan Konprov PGRI Jawa Barat 2013.

Sementara Sidang Pleno dilaksanakan di masa sidang selanjutnya, yaitu hari Senin, 28 Oktober 2013 pukul 15.00 s.d. 22.00 WIB. Acara tersebut mengambil lokasi di Ballroom Hotel Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka Bandung. Dalam Pleno I didahului oleh Laporan Panitia Pemeriksa Mandat untuk pengesahan Konprov 2013, pengesahan jadwal acara, dan pengesahan tata tertib Konprov.  Pleno II diisi dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus PGRI Masa Bakti XX 2008-2013 mengenai (1) kegiatan pelaksanaan organisasi selama satu masa bakti, (2) kebijakan keuangan organisasi, inventaris,  dan kekayaan organisasi; dan (3) kegiatan dan perkembangan Anak Lembaga, Badan Khusus, dan Himpunan  Ikatan/Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis. 

LPJ dibawakan secara langsung oleh Ketua PGRI Jawa Barat, Drs. H.K. Edi Parmadi, M.M.Pd. Dalam LPJ dipaparkan bahwa PGRI Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) yakni Konkerprov I/2009 di Gedung PGRI, Konkerprov II/2010 dan Rakorpimprov di Hotel Pesona Bambu dan Bumi Indah Lembang, Konkerprov III/2011 di Hotel Horison dan Konkerprov IV/2012 di Grand Royal Panghegar. Selain itu menggelar rapat konsultasi, rapat pleno, forum organisasi tingkat pusat juga kabupaten/kota.

Dalam upaya meningkatkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan, Pengurus PGRI Jawa Barat mengikutki John Thompson Fellowship Programme di Kuala Lumpur (KL), Pelatihan kepemimpinan global di KL, ILO Scream di Jakarta dan Thailand, dan melaksanakan latihan kepemimpinan PGRI.  PGRI Jawa Barat turut menyampaikan gagasan dan saran tentang Wajar Diknas 9 tahun yang asalnya melalui APBD Kabupaten/Kota, atas usul PGRI, sudah langsung dari Provinsi ke rekening sekolah masing-masing. Bekerja sama dengan Disdik Jabar dan LPTK memberi pelayanan kepada guru yang akan disertifikasi dalam meningkatkan kemampuan profesional guru. Turut menjadi bagian pemberian penghargaan bagi guru dan komunitas  pendidikan lainnya dilaksanakan Pemprov Jabar dan ambil bagian program akreditasi, mendorong terbentuknya Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) untuk perlindungan kaum guru di tingkat Kabupaten/Kota.

PGRI Provinsi juga memfasilitasi/memperjuangkan Guru Honorer/Swasta/Non PNS memperoleh hak-haknya ke pemerintah provinsi dan pusat, usulan memperpanjang batas pensiun penilik dan pengawas dari 56 tahun menjadi 60 tahun serta berkesempatan disertifikasi dan mendapat tunjangan profesi berhasil direalisasikan, mendorong pemberian beasiswa bagi guru untuk menempuh sarjana, magister, dan doktor;  berperan aktif mengusulkan bantuan Ruang Kelas Baru (RKB); mengiktui Pekan Olahraga dan Seni tingkat nasional; mengadakan  Silaturahim Hasta Mitra Pendidikan; dan sebagainya. Ketua PGRI juga menampilkan slide laporan guru di  Jawa Barat yang sudah disertifikasi.

Ketua PGRI juga menyoroti sejumlah kendala dihadapi PGRI Jawa Barat saat ini. “Ada kesulitan dalam hal pendataan guru. Kesejahteraan guru secara umum telah meningkat, akan tetapi kontribusi keuangan dari iuran anggota terhadap PGRI masih belum optimal. Padahal PGRI membutuhkan dana sebagai alat perjuangan dan wadah serikat profesi satu-satu yang berjuang untuk anggotanya”.  Pasca LPJ, dilanjutkan oleh laporan dan pandangan umum oleh Ketua PGRI Kabupaten/Kota yang secara umum menerima  LPJ Pengurus PGRI  Masa Bakti XX 2008-2013.

Dibuka Ketua Umum

Pembukaan Konprov 2013 secara resmi oleh Ketua Umum PB-PGRI, Dr. H. Sulistiyo, M.Pd, Selasa, 29 Oktober 2013. Sedianya, Konprov 2013 akan dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, Lc, namun pada saat bersamaan, Beliau sedang berada di luar negeri. Sementara wakil gubernur juga sedang mendampingi kegiatan lain bersama Presiden RI.

Sebagai pembekalan bagi peserta Konprov, Ketua Umum membawakan materi “Membangun PGRI yang Terpercaya, Mewujudkan Guru Bermartabat untuk Pendidikan Bermutu”. Dr. H. Sulisiyo, M.Pd menyoroti persoalan pendidikan terkait regulasi sistem pendidikan, komitmen dan kosistensi, serta delapan standar pelayanan minimal masih rendah di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan. Menurutnya, pendidikan diyakini sebagai satu aspek pembangunan sangat penting untuk mewujudkan warga negara yang handal, profesional, dan berdaya saing tinggi. Pendidikan juga merupakan cara efektif sebagai proses nation and character building yang sangat menentukan perjalanan dan regenerasi suatu bangsa.

Disebutkan pula bahwa pendidikan sebagai investasi sumber daya manusia bersifat jangka panjang bukan quick-yielding project dan hanya melalui pendidikan yang bermutu (SDM)  yang merupakan investasi SDM. Ketua Umum tak henti-henti mengungkapkan pentingnya guru bersatu padu dan menjadikan PGRI sebagai satu-satunya alat perjuangan bagi guru di Indonesia. Dengan organisasi yang besar dan kuat, organisasi guru memiliki daya tawar tinggi dan disegani dalam meraih cita-cita.

Forum tertinggi
Selaku forum tertinggi, Konprov XX/2013 sebagai wujud demokrasi di kalangan anggota PGRI.  Konprov 2013 dihadiri oleh 1.027 utusan, terdiri Pengurus Besar berjumlah 5 orang, Badan Penasihat PGRI Provinsi Jawa Barat sebanyak 11 orang, Pengurus PGRI Jawa Barat sebanyak 20 orang, utusan Anak Lembaga, Badan Khusus, dan Himpunan Profesi sebanyak 25 orang, utusan Pengurus PGRI Kabupaten/Kota 81 orang, utusan Pengurus PGRI Cabang Kecamatan sebanyak 750 orang, utusan kelengkapan organisasi lainnya 20 orang, dan Panitia sebanyak 115 orang,

Sementara untuk mandat dan hak suara diatur dengan Keputusan KONKERPROV IV Nomor: 06/KEP/JBA/XX/2012 tanggal 7 Oktober 2012 dan berdasarkan ART PGRI Bab XX Pasal 66 bahwa tugas Panitia Pemeriksa Mandat dan Hak Suara adalah : (a) Memeriksa Mandat dan Hak Suara Cabang/Cabang Khusus yang mengirim utusan ke Konferensi Provinsi, (b) Melaporkan hasil tugasnya kepada Konferensi Provinsi. Penentuan jumlah hak suara pada Konprov 2013 adalah sesuai dengan ART-PGRI Pasal 63 : Ayat (2)  : Hak suara hanya ada pada Kabupaten/Kota dan Cabang. Ayat (3) : PGRI Kabupaten/Kota memiliki hak 5 (lima) suara. Ayat (5) : Pengaturan hak suara PGRI Cabang sebagai berikut (a) Tiap Cabang mempunyai 1 (satu) suara untuk 200 anggota dan kelipatannya. (b) Cabang boleh mewakili 1 (satu) Cabang lain yang berhalangan menghadiri Konferensi dengan mandat yang sah.

Drs.  H. K. Edi Parmadi, M.M.Pd terpilih secara aklamasi dalam Pleno V.  Sementara pemilihan Wakil Ketua dan Sekretaris Umum dilaksanakan melalui pemungutan suara oleh peserta yang memiliki hak suara.  Untuk menentukan 4 wakil ketua, pemilik hak suara berhak memilih  empat nama dari 55 formatur calon pengurus dari berbagai elemen perwakilan di tubuh PGRI. Sementara untuk calon Sekretaris Umum, pemilik suara hanya diperbolehkan memilih satu nama dari 55 formatur.  Empat wakil ketua terpilih yakni Dr. Hj. Aan Komariah, M.Pd berhasil mendulang 814 suara, Drs. H. Endang Djakatela, MM, M.Si. mengoleksi 761 suara, Nana Sumarna, S.Pd., M.Pd meraih  730 suara, dan Drs. H. Kustiwa Benoputra, M.Pd. memperoleh  474 suara dari total  3557 suara sah.  Sementara Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd meraih suara tertinggi sebagai kandidat Sekretaris Umum Masa Bakti XX 2013-2018 dengan meraih 773 suara dari 913 suara.  Kemudian dilanjutkan Rapat Formatur oleh pengurus PGRI Jawa Barat terpilih.

Pelantikan Pengurus PGRI Jawa Barat Masa Bakti XXI 2013-2018 dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Oktober 2013. Diawali dengan Pengumuman Hasil Rapat Formatur tentang Susunan Pengurus PGRI Provinsi Jawa Barat Masa Bakti XXI Tahun 2013.   Konprov ditutup secara resmi oleh Sekretaris Jenderal PB-PGRI, M. Kudrat Nugraha menandai berakhirnya Konprov 2013.

Program kerja dan Pengabdian lima tahun ke depan dalam “Peran Strategis PGRI sebagai Organisasi  Profesi Guru Indonesia  dalam Mewujudkan Guru yang Bermartabat Menuju Pendidikan Bermutu” sesuai tema Konprov 2013 telah terbentang. Semoga pengurus diberi kekuatan dalam menjalankan amanah ini. Sayonara Konprov 2013.  ***

   





Tidak ada komentar:

Posting Komentar